BTN Harus Fokus Pada Pembiayaan Perumahan
Komisi V DPR RI dan pemerintah sepakat bahwa Bank Tabungan Negara (BTN) tetap fokus pada pembiayaan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Demikian terungkap dalam rapat kerja Komisi V DPR RI yang dihadiri oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy’ari, Menteri Negara (Meneg) BUMN Sofyan Djalil dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/2).
Komisi V DPR RI meminta Bank Tabungan Negara (BTN) bersama-sama dengan konsultan independen untuk mengkaji berbagai kemungkinan dalam rangka melakukan penguatan permodalan BTN. Meneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, nantinya konsultan independen yang akan memutuskan status PT Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan penawaran saham perdana (IPO) atau justru diakuisisi oleh bank pemerintah yang lain.
“Biar nanti konsultan menilai mana yang terbaik bagi BTN dalam rangka kita menjamin bahwa BTN tetap menjadi bank yang membiayai kredit untuk masyarakat menengah ke bawah,” lanjut Sofyan.
Berdasarkan hasil rapat kerja Komisi V DPR RI, hasil pengkajian terhadap BTN yang akan dilakukan oleh konsultan independen, disampaikan kepada tim Komisi V DPR RI dan akan ditetapkan kemudian selambat-lambatnya akhir bulan April 2008 untuk dilakukan pendalaman.
Sementara Menpera Yusuf Asy’ari merasa optimistis bahwa BTN akan tetap menjadi bank fokus perumahan, meski masih menunggu hasil dari konsultan independen.
“Saya yakin teman-teman di Komisi V sepakat dengan kita tentang posisi BTN,” tegas Menpera.
Sedangkan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah mengatakan saat ini BTN memang perlu didorong untuk transformasi dalam rangka meningkatkan kapasitasnya untuk berperan dalam program pembiayaan perumahan. (wk)
0 komentar:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)